TANI HARUKA, NIHONGO PARTNER UNTUK SMA NEGERI 1 TEMANGGUNG

TANI HARUKA, NIHONGO PARTNER UNTUK SMA NEGERI 1 TEMANGGUNG

Pada tahun 2017 ini, SMA Negeri 1 Temanggung mendapatkan native speaker dari Jepang dalam suatu program yang bernama “Nihongo Partners (NP)” yang merupakan suatu program pengiriman native speaker Jepang untuk membantu pembelajaran bahasa dan budaya Jepang di SMA/SMK. Program ini merupakan kerjasama antara pemerintah Indonesia (Melalui Kemendikbud) dengan pemerintah Jepang (melalui Asia Center Japan Foundation). Nihongo Partner yang bertugas di SMA Negeri 1 Temanggung bernama Tani Haruka. Haruka yang berasal dari Hokkaido ini merasa senang bisa tinggal di Temanggung. Hampir setiap hari dia melakukan team teaching dengan guru bahasa Jepang, Yuni-sensei dan Nira-sensei. Haruka akan bertugas di Temanggung dari bulan Agustus 2017 sampai dengan Maret 2018. Selama tinggal di Indonesia, Haruka juga ingin mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia serta ingin belajar bahasa Indonesia.

Haruka sedang mengenalkan cara membuat Onigiri

Haruka sedang mengajarkan cara membuat sushi

Haruka mengajarkan cara memakai Yukata

Haruka bersama pejabat dinas pendidikan dan kepala sekolah

Siswa sedang berkomunikasi dengan Haruka dalam bahasa Jepang

Haruka bersama kepala sekolah dan guru bahasa Jepang

Haruka melakukan team teaching dengan guru bahasa Jepang

Lolos seleksi mengikuti program pelatihan guru Bahasa Jepang di Japanese Language Institue, Urawa Jepang

Dwi Setiyanira, salah satu guru yang mengampu mata pelajaran bahasa Jepang di SMA N 1 Temanggung, bulan Oktober tahun 2017 kemarin lolos seleksi mengikuti program pelatihan guru Bahasa Jepang bersama 23 pesera lain dari seluruh Indonesia di  Japanese Language Institue, Urawa Jepang. Program tersebut merupakan bagian dari program Nihongo Partners yang diselenggarakan oleh The Japan Foundation Jepang. Hanya sekolah yang mempunyai Nihongo Partner yang bisa mengikuti seleksi program pelatihan ini. Pelatihan ini berlangsung dari tanggal 17 – 31 Oktober 2017.

Selama berada di Jepang, para peserta mendapatkan pelatihan mengenai penggunaan buku teks Bahasa Jepang terbaru “Nihongo Kira Kira” yang telah disusun sesuai dengan kurikulum 2013 oleh tim penyusun dari The Japan Foundation Jakarta. Selain itu para peserta pelatihan juga mendapatkan materi tentang budaya Jepang. Dalam rangkaian pelatihan itu para peserta tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk belajar tentang cara pengajaran bahasa dan budaya Jepang saja, tetapi mereka juga berkesempatan berkunjung ke berbagai obyek wisata di Jepang. Obyek wisata tersebut antara lain Tokyo Sky Tree, Asakusa, dan pertunjukan robot Ashimo.

Selain itu ada kunjungan ke sekolah SMA Beppu dan Asia Pasific University di Perfektur Oita. Di Oita para peserta pelatihan juga mendapatkan kesempatan untuk mencicipi masakan khas Oita yaitu sekisaba. Mereka juga mengunjungi beberapa obyek wisata terkenal di sana salah satunya adalah onsen Jigoku. Onsen merupakan kolam air panas. Kolam air panas di Oita ada berbagai macam warna. Para peserta juga mendapatkan pengalaman belajar mengenakan kimono dan berkunjung ke tempat tinggal samurai pada zaman dahulu.

Semoga dengan adanya program Nihongo Partners ini minat belajar bahasa Jepang siswa SMAN 1 Temanggung semakin meningkat.

SMA N 1 Temanggung Meraih Juara II Lomba Bahasa Jerman Se-Jateng DIY

 

 

Setelah lama tidak berkiprah di bidang bahasa Jerman, SMA Negeri 1 Temanggung berhasil meraih juara II dalam perlombaan Akustik Lagu Bahasa Jerman tingkat Jateng dan DIY yang diadakan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman, Universitas Negeri Yogyakarta bekerja sama dengan BDS HIMA Pendidikan Bahasa Jerman.

Lomba dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2017 di gedung PLA lantai 3 Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta. Yang menjadi  juri dalam lomba Akustik Lagu Bahasa Jerman adalah Prof. Dr. Pratomo Widodo dan  seorang Native Speaker berbahasa Jerman Michela Nocker .

Tim SMA Negeri 1 Temanggung menyanyikan lagu wajib Danke dengan penyanyi MIJO dan lagu pilihan Nie Vergessen dengan penyanyi Glasperlen.  Sang Vokalis, Nanerl yang duduk di kelas XI MIPA mengaku pada awalnya mengalami kesulitan saat menyanyikan lagu-lagu tersebut karena pelafalan yang sedikit sulit. Selain Nanerl, ada Agny yang duduk di kelas XI IPS yang memainkan Keyboard dan backing vocal juga mengaku kesulitan karena sebelumnya belum pernah mendapat pelajaran bahasa Jerman. Namun Pak Endra selaku Pembina dan guru bahasa Jerman terus  memotivasi Tim agar terus berlatih secara maksimal. (End)